Deteksi dini diabetes mellitus (DM) umumnya dilakukan dengan tes gula darah. Ilmuwan dari Aston Univesity di Birmingham, Inggris meneliti kemungkinan deteksi dini diabetes melalui pemeriksaan mata. Deteksi ini diharapkan memprediksi kemungkinan seseorang menderita diabetes. Sekarang tim periset itu tengah mengumpulkan responden penelitian.
Dalam studi yang dilakukan tim ilmuwan dari Aston Ophthalmic Research Group (ORG) itu, diharapkan terlibat pria dan wanita sehat berusia 20-65 tahun. Riset tersebut sekaligus membandingkan kondisi diabetes komunitas Asia Selatan dan kelompok Kaukasian di Inggris. Responden akan menjalani tes ultrasonografi sederhana. Pemeriksaan itu itu untuk mengetahui kondisi jantun-pembuluh darah. Selain itu, pemeriksaan aliran darah dan diameter pembuluh darah mata. Terakhir adalah tes glukosa dan kolesterol darah.
Dalam penelitian yang dipimpin dr Doina Gherghel, seorang spesialis mata itu, akan dilakukan tes pada responden keturunan Asia Selatan yang meliputi India, Srilangka, Pakistan dan Bangladesh, juga penduduk ras Kaukasian. Dalam penelitian responden tidak dibedakan ada tidaknya riwayat diabetes mellitus.
DI Inggris saat ini ada dua juta orang pengidap diabetes. Lebih dari 750 ribu orang membawa penyakitnya tanpa sadar. Sedangkan dikomunitas Asia Selatan, kondisinya jauh berbeda. Satu diantara tiga orang penduduk India, Srilangka, Pakistan dan Bangladesh dicurigai menderita diabetes. Jumlah tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Deteksi dini diabetes mellitus diharapkan meminimalisasi jumlah penderita.
Sanyo Katana Eclipse from Sprint has Lighting Effects
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar